NARASI NUSANTARA NEWS

Independen Akurat Berimbang

242 Kasus HIV Baru di Bekasi, GRAPIKS Dorong Dunia Kerja terlibat dalam Pencegahan dan penanggulangan HIV

Kota Bekasi — Narasi Nusantara News, Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV di tempat kerja dinilai tidak cukup hanya melalui pendekatan kesehatan, tetapi juga harus dibarengi dengan penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap kelompok rentan. Hingga saat ini, perempuan, pekerja informal, dan Orang Dengan HIV (ODHIV) masih menghadapi tantangan besar di dunia kerja, termasuk keterbatasan akses terhadap pekerjaan layak, perlindungan sosial, dan layanan kesehatan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, pada hari Kamis 21 Mei 2026 Yayasan Graha Prima Karya Sejahtera (GRAPIKS) Bekasi bertempat di Hotel Aston Imperial Bekasi, menginisiasi pertemuan kolaborasi tripartit dengan tema Pencegahan dan Penanggulangan HIV di Tempat Kerja. Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja, dan organisasi masyarakat sipil guna memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif di Kota Bekasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, APINDO Kota Bekasi, serta Kadin Kota Bekasi. Hadir pula sejumlah perusahaan di antaranya PT Bridgestone Tire Indonesia, PT Arnott’s Indonesia, PT Padma Soode Indonesia, PT Metindo Era Sakti, PT Ohgishi Indonesia, PT Mesin Isuzu Indonesia, serta Rumah Zakat Indonesia. Dari unsur pekerja, kegiatan juga dihadiri perwakilan serikat pekerja, di antaranya SPSI Kota Bekasi dan FSBDSI Kota Bekasi, dan Yayasan Katarsis sebagai Lembaga yang juga melakukan Kerjasama dengan Perusahaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Tempat Kerja Periode 2024–2028 yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI bersama International Labour Organization (ILO) Indonesia. Program tersebut menekankan pentingnya penghapusan stigma dan diskriminasi di tempat kerja serta percepatan implementasi Kepmenaker Nomor 68 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja.

Dalam paparannya, narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyampaikan analisa situasi HIV di Kota Bekasi. Berdasarkan data triwulan I tahun 2026, tercatat sebanyak 242 kasus HIV baru di Kota Bekasi. Angka tersebut menunjukkan bahwa HIV masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, termasuk dunia usaha dan lingkungan kerja.

Sementara itu, narasumber utama dari ILO Indonesia menekankan bahwa stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV di tempat kerja masih menjadi hambatan utama dalam upaya penanggulangan HIV. Lingkungan kerja yang inklusif dan bebas diskriminasi dinilai penting untuk memastikan pekerja mendapatkan hak yang sama tanpa rasa takut atau perlakuan berbeda.

Direktur Yayasan Graha Prima Karya Sejahtera (GRAPIKS), Daniel Ramadhan, menyampaikan bahwa forum tripartit ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi lintas sektor.

“ Melihat angka penulran HIV yang tinggi di Kota Bekasi, dan 80% ODHIV adalah usia produktif maka Pertemuan yang menghadirkan pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja ini sangat penting dalam merumuskan rencana kerja bersama terkait program pencegahan dan penanggulangan HIV di tempat kerja. Isu HIV bukan saja sekedar isu Kesehatan saja, dan penanganan HIV tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Daniel berharap semakin banyak perusahaan di Kota Bekasi yang terlibat aktif dalam implementasi program HIV di tempat kerja, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, bebas stigma, dan menghormati hak-hak pekerja tanpa diskriminasi.