Bekasi —NN News, Keresahan masyarakat atas kualitas air yang dianggap kurang layak kini berujung pada langkah hukum. Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) Kota Bekasi melaporkan dugaan penyimpangan anggaran pengelolaan air baku oleh Perumda Tirta Patriot ke Kejaksaan Negeri Bekasi, Senin (11/11/2025).

Laporan tersebut bernomor 047/LPG/GRIBJAYA-BKS/XI/2025 dan disusun berdasarkan aspirasi serta keluhan masyarakat di beberapa wilayah Bekasi. GRIB Jaya menyatakan langkah ini ditempuh untuk mendorong transparansi dan memastikan hak warga terhadap air bersih terpenuhi.
Sekretaris GRIB Jaya, Ahmad Sumantri, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh PAM JAYA terhadap air pelanggan Tirta Patriot menunjukkan beberapa parameter air tidak memenuhi standar mutu nasional.
“Air adalah kebutuhan hidup paling mendasar. Kalau kualitasnya tidak sesuai baku mutu, maka perlu ditinjau ulang bagaimana anggaran pengelolaannya digunakan,” ujar Ahmad.

Selain faktor teknis, GRIB Jaya juga mencatat banyak warga mengeluh air keruh dan berbau yang sudah lama mereka alami. Keluhan itu disampaikan melalui forum komunikasi warga di tingkat RW dan diteruskan sebagai bahan laporan resmi ke Kejaksaan.
Dalam laporan tersebut, GRIB Jaya menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan memastikan dana publik dikelola secara benar dan transparan. “Kami berharap Kejaksaan dapat menindaklanjuti laporan ini dengan pemeriksaan yang obyektif,” kata Ahmad.
Lembaga ini juga mengajak pemerintah daerah untuk bersama-sama meninjau hasil uji laboratorium dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan air di Kota Bekasi.
“Air bersih bukan sekadar layanan, tapi hak dasar. Kami ingin Bekasi memiliki sistem air yang jujur, sehat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Perumda Tirta Patriot dan instansi terkait belum mengeluarkan tanggapan resmi atas laporan GRIB Jaya tersebut.red


More Stories
Tabrakan KRL dan KAJJ di Stasiun Bekasi Timur, Dua Orang Dilaporkan Meninggal
Komunikasi Terputus Usai Konfirmasi Dana BOS, Wartawan Alami Dugaan Pemblokiran Nomor
Kejari Diminta Periksa Kepala SMAN 1 Cikarang Utara Terkait Dugaan Manipulasi Dana BOS