Bogor, 4 Maret 2026 – Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan menggelar Program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SiTaskin) di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini difokuskan pada desa dengan tingkat kemiskinan tertinggi di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 3.484 warga Desa Sukawangi yang masuk kategori desil satu atau miskin ekstrem. Persentase kemiskinan ekstrem di desa ini mencapai 28,45 persen. Angka tersebut menjadikan Sukawangi sebagai lokasi prioritas untuk pelaksanaan program intervensi terpadu lintas kementerian dan lembaga.
Sejumlah kementerian dan mitra sosial turut ambil bagian. Kementerian Agama menghadirkan program pemberdayaan Kampung Zakat. Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan paket makanan, sembako, serta santunan bagi kelompok rentan. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyalurkan 200 paket bantuan melalui program Gemar Ikan.
Selain itu, Kementerian Pertanian memberikan bantuan benih pekarangan pangan bergizi serta benih tanaman pangan dan sayuran. Kementerian Sosial menyalurkan program Atensi bagi penyandang disabilitas serta melakukan reaktivasi PBI JKN. Sementara itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menghadirkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), termasuk dukungan jambanisasi dan pendampingan PLKB.
Dukungan juga datang dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang menyerahkan bantuan tablet pendidikan dan kacamata pintar bagi penyandang tunanetra.
Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Iwan Sumule, menyampaikan bahwa kemiskinan tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan bantuan sosial, melainkan menyangkut aspek keadilan sosial yang membutuhkan kerja bersama secara berkelanjutan.
Ia juga menuturkan bahwa pembentukan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan melalui Peraturan Presiden Nomor 163 Tahun 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan memperkuat kehadiran negara dalam menjangkau masyarakat yang masih menghadapi kesulitan hidup.
Program SiTaskin dirancang untuk menyatukan berbagai program pemerintah agar berjalan selaras dan tidak terfragmentasi. Bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan lintas kementerian diupayakan terkoordinasi sehingga tepat sasaran.
Pelaksanaan di Desa Sukawangi menjadi langkah awal penguatan sinergi tersebut. Dengan jumlah warga miskin ekstrem yang cukup besar, koordinasi lintas sektor dinilai penting agar intervensi yang diberikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Iwan Sumule kepada perwakilan kelompok rentan, disaksikan pimpinan daerah serta perwakilan kementerian dan lembaga yang hadir.
Melalui sinergi lintas sektor dan komitmen berkelanjutan, pemerintah berharap perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan lebih efektif serta memberi dampak nyata bagi masyarakat di Kabupaten Bogor. (Yadi)


More Stories
Diduga Bermasalah, Sertifikat Tanah Atas Nama Husni Tamrin Tuai Protes Keluarga
Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadhan, GRIB Jaya PAC Jatiasih Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama
PSHT RANTING KEMANG BAGI TAKJI TERHADAP PENGGUNA JALAN DAN WARGA